Jumat, 17 Mei 2013

BATASAN DAN DAMPAK NEGATIF DARI KESERINGAN MINUM TEH


Pertanyaan:

Assalamu’alaikum
Adakah dampak negatif dari keseringan minum teh?
Dari: Alam

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Konsumsi teh, jenis apapun, pada dasarnya aman jika dalam jumlah normal, 1-2 cangkir per hari. Namun konsumsi dalam jumlah besar, seperti > 5 cangkir per hari, dapat memicu timbulnya beberapa efek samping.

Sebagian besar efek samping tersebut disebabkan oleh akumulasi kandungan kafein dalam teh, kemudian tannin dan fluorin pada daun teh yang berusia tua.

Diantara efek samping yang mungkin timbul, apapun jenis tehnya, adalah:

- Terhambatnya penyerapan zat besi dari makanan, sehingga dalam jangka panjang berisiko menimbulkan anemia, atau memperberat gejala anemia yang ada.

- Kecemasan dan insomnia. Tingginya kadar kafein dalam darah dapat memperburuk gangguan kecemasan dan memperberat gejala insomnia, karena sifatnya yang menstimulasi jaringan saraf.

- Gangguan pendarahan, kafein dalam tubuh dapat meningkatkan risiko pendarahan sehingga sebaiknya dikurangi atau dihindari oleh penderita gangguan darah.

- Osteoporosis. Teh bersifat diuretik, maka konsumsi teh yang banyak dapat meningkatkan jumlah kalsium yang terbuang melalui urin.

- Gangguan liver. Beberapa kasus gangguan liver dihubungkan dengan konsumsi teh dalam jumlah besar.

- Efek pada jantung. Konsumsi kafein dalam jumlah besar dapat menyebabkan denyut jantung menjadi tidak teratur.

- Glaukoma. Konsumsi teh dapat meningkatkan tekanan dalam bola mata yang terjadi dalam 30 menit sejak konsumsi teh dan bertahan hingga 90 menit kemudian, sehingga penderita glaukoma harus berhati-hati dalam mengkonsumsinya.

- Diare. Konsumsi teh dalam jumlah besar dapat memperburuk diare.

- Timbulnya noda pada gigi.

- Untuk teh hitam, karena memiliki efek serupa estrogen, harus dikonsumsi secara hati-hati oleh penderita gangguan yang sensitif terhadap hormon estrogen, seperti endometriosis atau myoma.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehtan KonsultasiSyariah.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar